Kalah Di Final, Maung Ngora Jadi Runner up

0
118
Persipura Vs Persib

Selasa (7/11/2017) tersaji laga puncak pada gelaran Liga 1 U-19. Pada laga puncak kali ini, Persib U-19 berhadapan dengan Persipura U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi. Laga ini berjalan panas, hal ini terbukti dengan dikartu merahnya salah satu punggawa Persipura, Yusak Yorgen di menit ke-83. Laga panas antara Persipura U-19 melawan Persib U-19 dimenangkan Persipura 1-0 lewat tendangan Todd Rivaldo di menit ke-27. Lewat gol semata wayang itu, Persipura U-19 berhasil membawa piala Liga 1 U-19 ke tanah Papua.

Laga yang berakhir 1-0 ini merupakan laga yang sangat sulit bagi kedua tim. Hal itu dilihat dari komposisi formasi Persipura U-19 yang langsung menurunkan 5 bek sejajar sekaligus. Penyerang Persib U-19 yang terkenal garang di mulut gawang lawan, berhasil diredam dengan permainan disiplin dan keras a la Persipura U-19. Meskipun menguasai jalannya permainan, terutama di lini tengah, serangan Persib U-19 berakhir buntu. Hal itu terlihat dari minimnya jumlah peluang bersih yang di dapat Persib U-19.

Dengan kekalahan di partai final ini Manajer Persib U-19 menuturkan kekecewaanya dan meminta maaf pada Bobotoh dan warga Jawa Barat. “Babak petama kami kecolongan dan anak-anak tadi kurang tenang dan saya sangat kecewa. Hal ini karena berlangsung di hadapan Bobotoh. Saya mohon maaf kepada Bobotoh dan masyarakat Jawa Barat karena belum bisa memberikan yang terbaik” ungkap Budiman yang dilansir dari simamaung.com.

Pada pertandingan ini, taktik Persib U-19 tidak berjalan dengan baik, bahkan jauh dari harapan. Bola tidak bisa menembus rapatnya pertahanan Persipura U-19 yang dikenal lugas. Dangan keadaan tersebut, punggawa Maung Ngora hanya bisa melepaskan umpan lambung dan umpan seperti itu nyatanya bisa diredam dengan mudah. Selain karena taktik yang tidak jalan sesuai harapan, Budiman pun mengakui bahwa kehadiran Bobotoh yang hadir langsung di Stadion Wibawa Mukti membuat punggawa tegang dikarenakan belum terbiasa dengan animo Bobotoh yang membeludak. “Tadi taktik kurang berjalan dan minin variasi. Dan anak-anak pun tegang lihat penonton penuh jadi ingin buru-buru membalas 1 gol itu” tutup Budiman.

No votes yet.
Please wait...

LEAVE A REPLY