Kenangan Menuju Tangga Juara. “ Palembang In Passion” (Pendiri Viking Amataz)

0
448
bobotoh
bobotoh

JUARA!!! Itulah kata yang diteriakan oleh bobotoh dan masih terngiang di telinga saya ketika berkesempatan untuk menyaksikan secara langsung pertandingan final ISL tahun 2014 antara Persib vs Persipura di stadion Jakabaring Palembang. Derai air mata bobotoh yang bercucuran menandakan rasa haru yang tidak bisa terbendung lagi ketika menyaksikan tim kebanggaan warga jawa barat yaitu Persib Bandung berhasil meraih gelar juara setelah penantian panjang selama 20 tahun.

Setelah Persib berhasil menyingkirkan Arema di semifinal, tentu sebagai bobotoh terbesit dalam hati saya untuk menyaksikan langsung pertandingan final di stadion Jakabaring Palembang. Bak gayung bersambut, ketika saya menceritakan keinginan tersebut kepada adik saya, dia pun ternyata memendam hal yang sama untuk dapat berangkat ke Palembang dan berniat mengajak teman kampusnya yang juga bobotoh Persib.

Meskipun saat itu keuangan kami pas-pasan sebagai anak kosant, namun hasrat kami untuk berangkat kesana sudah tidak terbendung lagi. Setelah dana terkumpul dengan meminjam sana sini ditambah uang simpanan pribadi, kami pun bergegas untuk memesan tiket yang kebetulan waktu itu kami memesan di Viking fanshop jl. Riau. Akhirnya, dengan segala keterbatasan kami bisa berangkat ke Palembang dengan harapan yang tinggi melihat Skuad Persib bisa meraih trofi ISL 2014.

Tepat pada hari kamis pagi, saya dan adik saya yang bernama Lutfi beserta teman-teman kampusnya yang berjumlah 5 orang sudah stand by di lapangan gasibu sesuai yang dijanjikan pihak panitia. Meskipun sempat menunggu lama akibat membludaknya animo bobotoh yang ingin berangkat ke Palembang dan kurangnya armada bus yang tersedia, kami pun akhir nya berangkat kurang lebih pukul 11.00 jauh dari waktu yang dijanjikan.

Singkat cerita, setelah melalui perjalanan dari Bandung menuju pelabuhan Merak, meskipun di daerah Jakarta bus yang kami tumpangi sempat mendapat lemaparan batu dari oknum supporter tim ibu kota tidak lantas menyiutkan nyali kami dan tekad untuk emnyaksikan tim kebanggaan kami bertanding. Kami anggap itu hanya riak-riak kecil yang harus kami lalui.

bobotoh
bobotoh

Malam itu terasa indah, saat semua bobotoh dari puluhan bus tumpah ruah di kapal feri yang membawa kami menyebrangi selat sunda menuju tanah Palembang. Nyanyian bobotoh di iringi desir ombak dan tiupan angin laut begitu mengetarkan hati, latar belakang yang berbeda ternyata bisa dipersatukan oleh rasa kekeluargaan sebagai bobotoh. Mungkin sebagian bobotoh berfikir inilah saatnya menjadi saksi sejarah menyaksikan secara langsung Persib Juara yang akan selalu dikenang seumur hidup. Itulah harapan semua bobotoh termasuk kami yang berangkat saat itu.

Setelah menempuh beratus-ratus kilometer dan beberapa puluh jam perjalanan, akhirnya kami menginjakkan kaki juga di stadion Jakabaring Palembang. Hari Jum’at Tanggal 7 November 2014 riuh gemuruh penonton di stadion yang di dominasi oleh bobotoh seakan menambah kemegahan pertandingan final ISL 2014 seakan kami berada di Jalak Harupat, Stadion yang selama ini menjadi home base Persib Bandung Perasaan yang campur aduk antara tegang, kagum, dan rasa takut akan kekalahan mengiringi kick off babak pertama.

Tapi dibalik itu semua tersimpan keyakinan di lubuk hati yang paling dalam bahwa malam itu tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat akan menyudahi puasa gelar. Babak pertama pertandingan berjalan sengit, ketika itu kami sempat was was melihat kecepatan para pemain depan persipura, dan benar saja di menit ke-5  lewat serangan cepat, Ian Louis Kabes melepaskan tendangan keras yang tak bisa dibendung kiper I Made Wirawan. Jual beli serangan pun terjadi. Menjelang babak pertama berakhir Bio Paulin diusir wasit setelah mendapatkan kartu kuning kedua. Tendangan bebas diambil oleh Ferdinand sinaga dan terjadilah kemelut yang mengakibatkan imanuel wanggai maelakukan gol bunuh diri. Setelah ketegangan menyelimuti bobotoh, akhirnya skuad persib bisa menyamakan kedudukan di akhir babak pertama.

Babak kedua berlangsung, kalah jumlah pemain tidak membuat Persipura menurunkan intensitas serangan. Namun semua itu harus dibayar mahal dengan terciptanya gol M. Ridwan di menit ke-52 yang berhasil lolos dari jebakan offside. Seketika seluruh penonton di stadion tidak berhenti bernyanyi seakan juara sudah berada di depan mata. Seakan tidak percaya, kemenangan yang sudah di depan mata digagalkan oleh Boaz Salosa lewat gol nya di menit 79.

Wasit meniupkan peluit tanda waktu normal selesai dan dilanjutkan babak perpanjangan waktu, tapi skor tetap tidak berubah dan memaksa kedua tim melakukan babak adu penalty. Eksekutor pertama sampai keempat persib yaitu makan konate, Ferdinand, Toni Sucipto dan supardi berhasil menjalaakan tugasnya dengan baik, sedangkan eksekutor keempat dari Persipura yaitu Nelso Alom gagal mengeksekusi penalty. Kedudukann sementara 4-3 untuk kemenangan Persib. Tiba saat penendang terakhir dari Persib.  Harapan bobotoh kini berada di pundak Achmad Jufriayanto, pemain  yang berposisi sebagai bek tengah ini bersiap untuk menjadi eksekutor terakhir Persib.

Raut muka tegang terpancar dari semua bobotoh yang berada di sekeliling kami. JUARA!!! Teriakan tersebut bergema di stadion sesaat setelah Achmad Jufriyanto berhasil merobek gawang Dede Sulaiman dan mengakhiri penantian panjang kami yang tak pernah lelah dalam mendukung Persib. Pengorbanan bobotoh yang berangkat saat itupun terbayar saat menyaksikan Persib meraih title juara ISL 2014. Tangis haru pun pecah diantara bobotoh, dan saling berpelukan seakan kami semua adalah keluarga yang baru saja mendapatkan kebahagian yang tidak ternilai harganya.

No votes yet.
Please wait...

LEAVE A REPLY