Komposisi Pemain Musim Ini Bisa Dijadikan Kerangka Untuk Musim Depan

0
435
persib
persib

Tercecernya Persib Bandung dalam gelaran ISC 2016, membuat wacana transfer datang lebih cepat daripada jadwal aslinya.  Sebelum ISC 2016 berakhir,  wacana mengenai siapa yang akan direkrut dan siapa yang tidak akan dipertahankan Persib mulai menguat,  terutama di kalangan bobotoh. Nama Makan Konate, Dedi Kusnandar,  Evan Dimas,  dll sudah menghiasi pembiacaraan diantara bobotoh.

ISC 2016 sejatinya masih 10 pekan lagi menuju garis finish. Meskipun baru berjalan 24 pekan, kualitas tiap pemain sudah terlihat,  baik dari posisi, peran dan karakter pemain di atas lapangan. Meskipun hasil di tabel klasemen kurang memuaskan, tapi skuad Persib musim ini sudah bisa dijadikan kerangka untuk persiapan musim depan.
Untuk menjadi kerangka tim musim depan, tentunya memiliki banyak catatan untuk diperbaiki, terutama untuk pemain yang hendak direkrut. Sejauh gelaran ISC 2016 ini, ada 3 kesalahan yang sejatinya terus berulang. Dari mulai ketenangan saat bertahan, kesalahan individu dan tidak bisa menuntaskan serangan di sepertiga akhir.
Untuk ketenangan di lini pertahanan, hal itu tidak terlepas dari inkonsistensinya bek kanan Persib yang diisi oleh Jajang Sukmara dan Dias Angga. Selain itu, Tony Sucipto di sebelah kiri pertahanan Persib nyaris selalu main dan tanpa pesaing yang berarti. Hal tersebut sangat terasa apabila Tony kelelahan atau tidak dalam permainan baik. Cederanya Purwaka membuat Basna dan Vlado mengisi tembok pertahanan Persib. Akan tetapi, keduanya memiliki karakter permainan yang sama. Hal tersebut membuat keduanya tidak saling mengisi satu sama lainnya. Adapun direkrutnya Diogo di putaran II, sejauh ini tidak banyak membantu Persib.
Untuk sepertiga akhir lapangan, sejatinya Persib membutuhkan pemain yang memiliki gaya seperti Firman Utina. Umpan jitu dari lini tengah sejatinya tidak banyak terlihat di musim ini. Meskipun Pugliara beberapa kali melakukannya, tapi peran dia bukanlah seperti itu. Dia seperti halnya Konate, mengandalkan daya jelajah dan kemampuannya dalam menggiring bola. Adapun, Kim sejauh ini belum mampu membuat umpan jitu seperti halnya Firman. Hal itu bukan karena kualitas Kim, tapi karena gaya bermain kim yang berbeda.

Sedangkan untuk kesalahan individu, hal itu karena mental pemain yang kurang kondusif. Apakah itu karena tekanan, situasi, dll perlu di analisis lebih lanjut. Adapun yang ada mental pemain tidak hanya bisa diubah dari jajaran pelatih, adanya seorang pemimpin di lapangan pun akan turut membantu mental saat di lapangan dan ruang ganti.

 

Rating: 5.0. From 1 vote.
Please wait...

LEAVE A REPLY