PSSI Tangguhkan Regulasi U-23 di Gojek Traveloka Liga 1

0
120
FEBRI

Persepakbolaan Indonesia sepertinya sangat sulit sekali untuk bisa kembali menjadi macan Asia. Dahulu kita memang pernah tercatat sebagai tim sepakbola yang sangat tangguh sekali di daratan Asiar pada masa emasnya. Namun sekarang ini prestasi Sepak Bola Indonesia hanyalah sebuah rekaman sejarah saja.

Namun beberapa waktu yang lalu, gairah sepak bola di Indonesia sudah kembali bergemuruh ketika timnas Indonesia menyelesaikan tugasnya yang hampir saja tidak mungkin tercapai di piala AFF tahun 2016 dengan menembus final dan menjadi runner up karena kalah oleh Thailand. Memang di piala AFF Indonesia menyandang sebagai tim spesialis final, namun bukan hanya itu saja yang membuat Indonesia istimewa. Torehan di piala AFF tersebut karena Indonesia baru terlepas dari Sanksi FIFA.

Euforia kebangkiatan persepakbolaan Indonesia terus dimimpikan oleh semua masyarakat Indonesia. PSSI dengan kepengurusan yang baru pun langsung memulai perjalanannya dengan membuat kebijakan yang baru untuk membuat persepakbolaan Indonesia bangkit. PSSI sekarang ini sudah sadar akan para pemain muda yang merupakan tonggak dari datangnya prestasi dimasa yang akan datang.

Terobosan yang baru pun berpihak terhadap para pemain muda yang mulai digalakan oleh PSSI sekarang ini. Tentunya bukan tanpa asalan jika PSSI ingin membuat para pemain muda menjadi pilihan. Pilihan ini didasari dengan pengalaman bahwa prestasi para pemain muda di mancanegara selalu menjadi simbol terhadap kesuksesan pembinaan persepakbolaan dari sebuah negara.

kritikan tentang kurang mampunya pembinaan sepakbola di usia muda ini dijawab tegas oleh PSSI dengan cara membuat peraturan yang bisa dibilang kurang populer dmata persepakbolaan yang profesional. Kewajiban untuk dapat mengutamakan para pemain muda dan juga pemberian batasan pada usia di kompetisi yang profesional sekarang ini sedang dijalankan oleh PSSI.

Sekarang ini PSSI telah menjawab tantangan tentang cara untuk dapat menghidupkan kembali pembinaan para pemain muda. Kebijkan tentang pembatasan usia yang hingga 35 tahun sempat menimbulkan banyak protes dari para pemain. Hal yang terbayang yang pertama kali yaitu akan matinya karir para pemain jika kompetisi dibatasi samapi usia 35 tahun.

Bukan hanya peraturan tentang pembatasan saja, PSSI juga mengharuskan terhadap semua klub mempunyai minimal 5 para pemain muda di dalam satu tim. Tidak berhenti sampai disitu saja, rencananya peraturan tersebut juga akan ditambah dengan menggunakan 3 pemain yang dibawah usia 23 tahun yang harus menjadi starter.

Kebijakan seperti ini terbilang kebijakan yang jor-joran dari PSSI. Namun tentunya terdapat dampak yang positif di balik semua regulasi dari PSSI tersebut. Kesempatan para pemain muda yang mulai untuk meningkatkan dan mereka juga dapat merasakan kompetisi tertinggi yang ada di Indonesia.

Jika kita melihat ke belakang, para pemain muda tentunya sangat sulit sekali untuk bisa mendapatkan tempat di sebuah tim. Bukan hanya itu saja, para pemain muda juga selalu kalah untuk bisa bersaing dengan pemain yang lebih senior yang selalu diandalkan oleh para pelatih. Hanya di Indonesia saja semua klub di satu kasta yang memiliki target juara. Sifat seperti itu yang membuat para pemain muda selalu terbuang dari persaingan di sebuah tim.

Peraturan seperti ini merupakan peraturan yang sangat baru sekali untuk Indonesia dan bahkan mungkin saja didunia pun baru ada di Indonesia. Namun kebijakan tersebut adalah kebijakan sebuah federasi yang harus dipatuhi. Regulasi pemain muda juga dapat memancing sebuah tim untuk bisa menelurkan para pemain muda dari tim junior.

Jika sebuah tim tersebut merupakan tim mantan perserikatan, seperti tim Persib Bandung, Persija atau pun Persebaya Surabaya, maka sistem pembinaan melalui kompetisi internal tim mulai dari level yang senior sampai level yang junior akan menjadi sebuah kawah candradimuka para pemain muda. Namun jika tim tersebut lahir secara murni sebagai klub, maka sistem akademi atau SSB yang menjadi kuncinya tentang pembinaan para pemain muda.

PSSI juga tentunya tidak lepas tangan begitu saja dengan karir sepakbola yang telah menembus usia 35 tahun. Meskipun terbilang masih di dalam usia yang mampu bersaing dan masih produktif, PSSI nampaknya mempunyai keinginan untuk menyiapkan para pelatih muda untuk dapat meningkatkan jumlah pelatih sepak bola yang ada di Indonesia dan pemberdayaan para pemain veteran. Maka, kursus kepelatihan untuk para pemain yang sudah atau pun diatas 35 tahun akan marak di gelar.

Masuknya deretan para pelatih yang top dengan sepakbola pembinaan usia muda, Luis Milla yang merupakan pelatih Timnas Indonesia tentunya akan membuat arah sepakbola Indonesia ini akan semakin jelas. Terlebih lagi Indonesia sekarang ini akan menjadi tuan rumah ajang besar Asian Games 2017 dan sekarang pemerintah menginginkan sepak bola Indonesia masuk 4 besar.

Namun terhitung pekan ke 12 Gojek Traveloka Liga 1, semua klub dapat memainkan komposisi terbaiknya tanpa harus memainkan pemain dibawah usia 23 tahun. Hal ini sesuai dengan intruksi dari PSSI untuk operator kompetisi.

PSSI sendiri telah mengeluarkan 4 poin di dalam surat yang telah diterima tertanggal 28 Juni 2017. Di dalam surat tersebut menerangkan tentang penangguhan peraturan tentang regulasi pemain U-23 di Gojek Traveloka Liga 1 dengan sudah mempertimbangkan terbentuknya TIMNAS U-23 yang dipersiapkan untuk mengikuti ajang AFC U-23, Kualifikasi dan SEA GAMES 2017.

Keputusan tersebut berlaku sampai berakhirnya SEA GAMES 2017 yang akan berakhir pada tanggal 30 Agustus 2017. Setelah itu regulasi para pemain U-23 akan diterapkan kembali.

No votes yet.
Please wait...

LEAVE A REPLY